Tag: 上海品茶小伍

Police reports

first_imgFollowing are some of the incidents reported to the Harvard University Police Department (HUPD) for the week ending Sept. 24. The official log is located at 1033 Massachusetts Ave., sixth floor, and is available online at http://www.hupd.harvard.edu/.Sept. 20: An officer was dispatched to Gutman Library on a report of indecent exposure. The officer checked the area for the perpetrator with negative results. A wallet containing a license, an ID card, credit cards, a check, and $50 was reported stolen from 77 Ave. Louis Pasteur. An unattended backpack containing several personal items and a laptop was reported stolen at 60 Linnaean St. The owner later reported that their belongings had been recovered at another location with $100 missing.Sept. 21: An electric drill, carrying case, and batteries were reported stolen at the Holyoke Center. At Baker Library, $432 was reported stolen. A computer printer and purse were reported stolen at the Taubman Center.Sept. 22: An unattended pocketbook containing several personal items, including a digital camera and cell phone, was reported stolen at Currier House. Multiple unsecured boxes containing jewelry, shoes, and purses, among other items, were reported stolen at Mather House. An officer was dispatched to Child Hall to take a report of harassing phone calls. Two unattended pieces of jewelry were reported stolen at the John Harvard statue.Sept. 23: Two reports of stolen property were filed at Annenberg Hall. An unknown individual later turned in a wallet and drivers license. A bicycle and lock were reported stolen at Peabody Terrace.Sept. 24: An ID card and key were reported stolen at Hollis Hall North.last_img read more

Read More

Coming clean

first_imgJames Morton’s anecdotes on the evergreen topic of court dress code have provoked a few recollections of judicial observations. Peter Benner of Houseman Benner, Haywards Heath, writes with recollections of an occasion in the county court in the 1960s: ‘The partner for whom I then worked had only attended court infrequently but was not a favourite of the resident judge. ‘He suddenly found that, due to absence of others elsewhere (possibly me), he had to make an urgent application on a summer’s day when he was wearing what we referred to as his “Ice-Cream Vendor’s” linen jacket and a soft shirt, over which he hastily threw a gown. ‘On his case being called he immediately apologised for his improper attire, to which the judge responded “that’s all right, Mr… at least your shirt seems to be clean”!’last_img read more

Read More

Berkaca dari Kecelakaan di Tol Cipali KM150, Perlukah Ada Sekat Pembatas di Ruang Kemudi…

first_imgBus PO Safari yang mengalami kecelakaan di Tol Cipali KM150. Sumber: tribunnews Kecelakaan maut yang terjadi di ruas jalan tol Cipali pada Senin (17/6/2019) kemarin tentunya membuat geger berbagai kalangan, pasalnya kejadian ini disebabkan oleh pertikaian yang terjadi antara pengemudi bus dan penumpang. Kecelakaan yang menimpa bus dari PO Safari dengan nomor polisi H 1469 CB ini terjadi ketika bus tengah mengarah ke arah Cirebon, tepatnya di KM150. Kecelakaan maut ini sendiri menewaskan 12 orang serta belasan lainnya mengalami luka-luka, serta sedikitnya menghancurkan tiga mobil.Baca Juga: Rentetan Kecelakaan Maut Bus di IndonesiaKepala Bidang (Humas) Polda Jawa Barat Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan bahwa penumpang yang bernama Amsor ini meninggalkan tempat duduknya dan berjalan mengarah ke arah pengemudi seraya memintanya secara paksa untuk berhenti. “Dari keterangan, pelaku (Amsor) memaksa pengemudi untuk berhenti dengan cara mengambil alih secara paksa kemudi tersebut dan tejadi perdebatan dengan pengemudi. Bus hilang kendali ke kanan selanjutnya menyeberang dan terjadi kecelakaan,” ujar Trunoyudo, seperti yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman kompas.com (17/6/2019).Mitsubishi Expander yang mernjadi salah satu korban kecelakaan bus PO Safari di Tol Cipali KM150. Sumber: tribunnews.comSementara itu, fakta baru pun terkuak terkait kecelakaan nahas ini, dimana Kapolres Majalengka, AKBP Mariyono mengatakan bahwa Amsor diindikasikan mengalami gangguan jiwa.“Yang bersangkutan mengalami indikasi memiliki gangguan kejiwaan mengarah kepada gangguan kejiwaan neorotik, psikotik, dan paranoid sehingga perlu dilakukan tindak lanjut oleh saksi ahli,” ujar Mariyono, dikutip dari laman sumber berbeda.Sekat Pembatas: Antara Solusi atau Akar Masalah Baru?Berkaca pada kecelakaan ini, muncul pertanyaan yang memiliki dua sisi bak sebuah koin. Perlukah sekat pemisah antara ruang kemudi dan kabin penumpang di bus?Jika mengambil contoh pada kasus kecelakaan di tol Cipali KM150 ini, hadirnya sekat pembatas memang dapat mencegah kejadian seperti ini terulang kembali di masa yang akan datang. Selain itu, fungsi lain dari sekat ini adalah bisa menjadi penghalang asap rokok masuk ke dalam kabin penumpang. Ya, tidak sedikit pengemudi bus di Indonesia yang masih saja merokok ketika bertugas dengan dalih, “agar tidak mengantuk,” dan lain sebagainya.Ilustrasi sekat pembatas ruang kemudi bus. Sumber: istimewaNamun di sisi lain, sekat pembatas ini juga tidak melulu memiliki fungsi yang positif, salah satunya adalah Anda harus terlebih dahulu mengetuk pintu ketika Anda hendak turun di titik tertentu (bukan di akhir perjalanan). Selain itu, dalam kondisi darurat, sekat pembatas ini dikhawatirkan juga bisa menjadi batu hambatan ketika proses evakuasi korban.Kemenhub Akan Kaji Lebih DalamMenanggapi kecelakaan di tol Cipali ini dan beredarnya rumor tentang pemasangan sekat pembatas, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setyadi mengatakan bahwa pihaknya akan mengkaji lebih dalam terlebih dahulu soal ide pemasangan sekat pembatas antara kabin penumpang dan ruang kemudi di dalam bus ini.“Bisa (kami gunakan diskresi soal kewajiban penggunaan skat lewat selebaran), atau himbauan (kepada pengusaha lewat selebaran dari Kemenhub),” ujar Budi, dikutip dari laman cnnindonesia.com (18/6/2019).Baca Juga: Pelatihan Terhadap Pengemudi Bus Akan Meminimalisir Tingkat KecelakaanMenurut Budi hal tersebut harus melalui pembahasan lebih dahulu. Ia mengaku baru akan membicarakannya dengan pemangku kepentingan lain antaranya Korps Lalu Lintas Polri dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).Sebagai informasi tambahan, tidak hanya penumpang saja yang akan merasakan efek dari pemasangan sekat pembatas ini, pun dengan pengemudi yang akan merasa lebih aman ketika menjalani tugasnya. Tentu saja, pemberitaan tentang kecelakaan di tol Cipali KM150 ini akan dengan cepat menyebar di kalangan pengemudi bus – dan bukan tidak mungkin apabila mereka akan menjadi sedikit ‘parno’ dalam bertugas. Share this:Click to share on Twitter (Opens in new window)Click to share on Facebook (Opens in new window)Like this:Like Loading… RelatedTabrakan dengan Mobil Pengemudi Bus Tewas Ditempat Kejadian06/11/2019In “Bus dalam kota”Pelatihan Terhadap Pengemudi Bus Akan Meminimalisir Tingkat Kecelakaan17/03/2017In “Bus AKAP”Rentetan Kecelakaan Maut Bus di Indonesia27/04/2017In “Bus AKAP”last_img read more

Read More